24
Mei
09

KOMUNITAS VIRTUAL

  • Secara umum arti virtual adalah “yang tidak nyata, maya”.
  • Komunitas virtual adalah kumpulan atau sekelompok orang yang muncul berdasarkan adanya kepentingan yang sama oleh berbagai pihak dan timbulnya interaksi secara berkesinambungan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam komunitas tersebut.

KOMUNIKASI VIRTUAL

Komunikasi virtual atau virtual communication adalah komunikasi (proses penyampaian dan penerimaan pesan) menggunakan (melalui) cyberspace / ruang maya yang bersifat interaktif. Komunikasi virtual tidak dapat lepas dari sebuah media internet yang menggunakannya sebagai alat komunikasi. Disini terlihat adanya peralihan gaya atau kebiasaan manusia dalam berkomunikasi menyampaikan informasi dengan sesamanya. Dikatakan begitu karena saat ini manusia tidak perlu lagi berkomunikasi pada waktu, tempat yang sama. Nampaknya melalui komunikasi virtual saat ini, hambatan – hambatan yang ada terdahulu seperti jarak, waktu, biaya, serta kesulitan lainnya dapat teratasi. Hal ini dikarenakan internet sebagai media komunikasi virtual tidak terbatas ruangnya sehingga masyarakat luas dapat menyampaikan informasi kemana saja, dan ke siapa saja. Dalam komunikasi virtual, memungkinkan seseorang berinteraksi tetapi sebenarnya mereka tidak berada secara wujud di tempat itu.

  • Dalam komunikasi virtual, memungkinkan seseorang berinteraksi tetapi sebenarnya mereka tidak berada secara wujud di tempat itu.
    Melakukan komunikasi menggunakan internet, dapat dibedakan menjadi dua jenis komunikasi yaitu,

1. Asynchronous communication (komunikasi melalui media internet dengan pengirim dan penyampai pesan dalam berinteraksi tidak berada pada kedudukan tempat dan waktu yang sama, namun pesan tetap sampai pada tujuan / sasaran (penerima)),

2. synchronous communication (komunikasi melalui internet dengan interaksi yang bersamaan waktunya).

  • Keberadaan internet sebagai media komunikasi membawa kemajuan yang berarti dalam era komunikasi dan informasi saat ini. Menurut jenisnya komunikasi virtual dapat dibedakan menjadi tiga model yaitu email, chatting, serta web.

1. E – mail

Kata e-mail terdiri dari dua suku kata yaitu ‘e’ dan ‘mail’. ‘e’ berarti electronic, dan ‘mail’ berarti surat. Sehingga e-mail dapat dikatakan mengirim surat melalui media elektronik internet. Karena pada dasarnya e-mail sama dengan surat biasa (snail mail) yang harus melewati beberapa kantor pos sebelum sampai ke tujuannya. Dalam hal ini e-mail termasuk jenis komunikasi asynchronous communication, artinya pengirim pesan dan penerima pesan tidak berada pada tempat dan waktu yang bersamaan. E-mail sendiri terdiri atas dua jenis e-mail yang didasarkan pada keperluan atau kepentingan interaksi yang diinginkan, yaitu e-mail person to person (poin to point) merupakan e-mail dari satu orang ke satu orang lainnya, serta e-mail dalam bentuk kelompok (point to multi point) merupakan e-mail dari satu orang ke sekelompok orang dan sebaliknya. Jenis yang kedua ini disebut juga sebagai e-mail groups (e-groups ) atau mailing list.

2. Chatting

Chatting merupakan salah satu fasilitas yang diberikan internet, dimana kita dapat berkomunikasi secara interaktif dengan satu orang atau lebih secara on-line. Dalam hal ini chatting termasuk jenis komunikasi synchronous communication, artinya komunikasi melalui internet dengan interaksi yang bersamaan waktunya.

3. Web

Web dapat diartikan sebagai tempat memajang informasi secara on line & bersifat virtual (maya) yang memiliki kaitan (link) informasi tidak terbatas. Berdasarkan informasi yang disampaikan, web dapat dibedakan menjadi tiga macam :

1. Informasi umum (berita on line, info pelayanan umum dan sebagainya)
misalnya : kompas.com, liputan6.com

2. Informasi khusus (web dengan isi informasi tentang suatu lembaga, atau informasi dalam berbagai kategori)
misalnya : deplu.co.id, depkominfo.go.id

3. Informasi komersial

misalnya : kapanlagi.com

Menurut jenisnya web dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu official web (website resmi yang dimiliki oleh lembaga), dan unofficial web (web tidak resmi yang dimiliki secara personal atau perorangan, seperti “blog”).


FENOMENA KOMUNITAS VIRTUAL

Fenomena komunitas merek yang berkembang di dunia internet atau virtual akhir-akhir ini semakin marak dan hal ini dapat didayagunakan bagi pemasar produk. terutama bagi produk yang berkaitan dengan teknologi. Bila komunitas virtual diimplementasikan dalam strategi pemasaran, maka dapat berpotensi menimbulkan efek exponensial dalam menyebar luaskan kegiatan pemasaran. Salah satu komunitas merek virtual yang berbasis bahasa Indonesia adalah komunitas Mac Club Indonesia (MCI). Penelitian ini menggunakan teknik in-depth interview yang dikonfirmasi dan diperkuat dengan metode content analysis. Metode ini dipilih dengan tujuan untuk mendapatkan insight para responden mengenai proses pembentukan komunitas virtual MCI dan komitmen anggota pada komunitas tersebut.

Hasil dari in-depth interview pada anggota komunitas virtual MCI yang pertama adalah motivasi terbentuknya komunitas yang berawal dari kesamaan preferensi atas Macintosh, kesulitan teknis yang dihadapi, dan kesamaan karena menjadi minoritas. Kedua adalah moderator dalam komunitas virtual MCI berperan sebagai pemberi ijin (approval) dan referensi (reference). Ketiga adalah anggota memiliki beberapa motivasi (alasan) berbeda untuk mengikuti komunitas virtual MCI. Keempat adalah dampak keikutsertaan anggota dalam komunitas virtual MCI terhadap para anggota adalah loyalitas tinggi terhadap merk Macintosh dan persepsi kualitas Macintosh yang lebih baik. Kelima adalah anggota komunitas menerima manfaat fungsional dan manfaat sosial (functional usefulness dan social usefulness) melalui komunitas virtual MCI sehingga membuat anggota bersedia membentuk komitmen. Hal ini dikonfirmasi dengan metode content analysis pada forum diskusi MCI yang hasilnya adalah 81% tulisan membahas mengenai manfaat fungsional dan 19% sisanya membahas mengenai manfaat sosial. Terakhir adalah anggota komunitas virtual MCI melakukan posting secara kontinyu dan melakukan pertemuan rutin sebagai wujud komitmen pada komunitas virtual.

MANFAAT DARI KOMUNITAS VIRTUAL

  • Bermain musik di dunia virtual

Musik merupakan hal yang tak asing lagi untuk di perbincangkan. Semua orang yang normal pasti suka mendengarkan ataupun hampir semua orang pernah memainkan alat musik.

Bermain musik di dunia virtual secara sederhana dapat dengan mudah dipelajari.Dengan membunyikan tuts-tuts nada dan menghapal nya,atau kita dapat memainkan lagu sesuai dengan irama sebagai mana aslinya di dunia nyata.

  • Komunikasi bisa terjalin dengan baik

Karena kesibukan masing-masing maka komunitas virtual bisa berkomunikasi dengan lancar melewati internet.

  • Dengan ditemukannya berbagai teknologi oleh para penciptanya, maka kehidupan manusia saat ini sudah banyak dimudahkan.
  • Sharing pengetahuan, pengalaman, dll.

  • Dari pertemuan dalam dunia maya, banyak pengetahuan yang diperoleh.

  • Pebisnis dapat mengiklankan produknya dan bahkan melakukan transaksi melalui komunitas ini.

  • Komunikasi yang terjadi, tidak menggunakan biaya yang mahal, untuk mendapatkan informasi yang banyak.

  • Menemukan teman/relasi baru, bahkan sebagai biro jodoh.

DAMPAK & KONSEKUENSI PENGGUNAAN TEKNOLOGI DAN INFORMASI

Konsekuensi jangka panjang didefinisikan sebagai hasil yang diperoleh dimasa datang, seperti peningkatan fleksibilitas, merubah pekerjaan atau peningkatan kesempatan bagi pekerjaan yang lebih berarti. Untuk mengetahui pengaruh faktor konsekuensi jangka panjang dengan pemanfaatan teknologi informasi Thompson et al (1991) mengembangkan enam instrumen yaitu:

1. Menggunakan teknologi informasi menjadikan pekerjaan lebih menantang

2. Menggunakan teknologi informasi akan meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan tugas yang lebih disukai dimasa mendatang.

3. Menggunakan teknologi informasi membuat pekerjaan lebih bervariasi

4. Menggunakan teknologi informasi akan meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih penting sehingga dapat menerapkan kemampuan yang dimiliki

5. Menggunakan teknologi informasi akan meningkatkan kesempatan untuk melakukan tugas yang berbeda

6. Menggunakan teknologi informasi dapat meningkat kesempatan untuk meraih posisi yang lebih baik.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Beatty (1986 dalam Thai Fung Jin, 2002) menemukan hubungan positif yang kuat antara konsekuensi jangka panjang dengan pemanfaatan teknologi informasi. Thompson et al (1991) juga menemukan hasil yang sama. Terdapat beberapa pengecualian pada beberapa individu yaitu motivasi untuk mengadosi dan menggunakan teknologi informai mungkin berhubungan lebih banyak dengan perencanaan pada masa datang daripada menunjukkan kebutuhan sekarang.

Iklan



Iklan
Mei 2018
S S R K J S M
« Mei    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Bulan

Recent Entries